Itu adalah sepenggal kesan dari salah satu peserta “Professional Excellence” yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu di Gedung SD Islam Al-Raudlatul Amien Gresik.
Kegiatan yang dimulai pada hari Selasa (25 Juni) sampai dengan Rabu (26 Juni) ini sebenarnya rangkaian dari kegiatan upgrading bersama. Jadi, terdapat 2 kelas yang dilangsungkan selama 2 hari tersebut.
Kelas pertama yang dipenuhi oleh para guru dan pengajar di unit pendidikan yang dinaungi oleh Yayasan Islam Al-Raudlatul Amien Gresik yang berfokus pada bagaimana merancang dan melaksanakan proses pembelajaran berdiferensiasi.
Sedangkan kelas kedua di tempat yang terpisah berisi rekan-rekan non tendik (tenaga kependidikan) dari berbagai departemen yang berfokus pada bagaimana menjadi lebih profesional dalam menjalankan fungsi di masing-masing departemen.
Selama 2 hari, kedua kelas berlangsung dengan lancar dan antusiasme peserta terjaga dari hari pertama sampai penutupan di hari kedua.
“Kita bisa mengenal karakter diri dan orang lain agar bisa berkomunikasi dengan baik”, ujar Arwin Tsalas setelah ditanya tentang kesan dan hal menarik apa yang diperoleh dalam kegiatan tersebut.
Senada seperti yang disampaikan, Santy Sugiarti berkata dalam kolom kesan dan pesan,“Materi yg saya dapatkan sesuai dengan yg saya butuhkan, setelah pelatihan ini saya banyak mendapat ilmu mengenai cara komunikasi yg baik serta cara pelayanan yg prima. Dimana kedua poin tersebut sangat berkaitan dengan posisi pekerjaan saya”.
Professional Excellence ini dirancang dengan fokus pada 4 area yaitu produktivitas diri, self-leadership, komunikasi efektif dan pelayanan prima.
Keempat area ini dibahas dan dipelajari serta disimulasikan sesuai dengan kebutuhan dari peserta yang kami peroleh dari TNA (Training Need Analysis) sebelum program ini dilaksanakan.

TNA yang dilakukan juga menjadi sebab mengapa 4 area ini yang menjadi menu utama dari kegiatan “Professional Excellence”.
Maka, boleh jadi jika lembaga anda membutuhkan program ini terlaksana, maka perlu dilakukan TNA agar peserta benar-benar terlibat dalam memilih kompetensi apa yang mereka pelajari dan meningkatkan partisipasi aktif mereka selama kegiatan berlangsung.
Terbukti selama 2 hari program dilaksanakan, kehadiran peserta diatas 97%. Hanya ada satu peserta yang meminta izin untuk tidak bisa ikut sepenuhnya karena mendapatkan tugas lain oleh manajemen.
Program ini dirancang sebenarnya tidak hanya untuk tenaga non-tendik, namun para guru pun bisa mendapatkan manfaat dari program ini, sebab 4 area yang dirancang masih sangat relevan dengan tugas dan fungsi dari para guru, khususnya di lembaga pendidikan swasta yang ingin berkembang.
Jika anda tertarik dengan program ini bisa mempelajari TOR Professional Excellence dengan rekues klik tombol di bawah ini




