Belajar Membaca Efektif sekaligus Belajar Memanfaatkan Teknologi AI untuk Administrasi

Indonesia masih memiliki PR besar pada literasi. Betapa tidak, menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.

Hal tersebut menjadi salah satu sebab kegiatan Reading Mastery Training dan ChatGPT Mastery Training digelar di MI Al Hidayah Lamongan pada hari Sabtu dan Minggu, 20 dan 21 Januari 2024 yang bertempat di salah satu kelas.

Seluruh guru MI Al Hidayah dilibatkan untuk ikut serta kegiatan ini agar memiliki bekal untuk mengembangkan literasi yang direncanakan dimulai semester baru ini menurut penuturan Bapak Ansori selaku Kepala Madrasah.

Hari pertama peserta difokuskan pada bagaimana meningkatkan kecepatan membaca dengan teknik speed reading. Beberapa diantaranya mengaku sangat terbantu dengan teknik membaca cepat ini.

Salah satunya yaitu dari Bu Nurul Aini mengatakan dalam testimoni tertulis, “Sangat bermanfaat, dapat menambah wawasan pengetahuan dan ilmu yang sebelumnya belum pernah diketahui.”

Reading Mastery Training setidaknya memastikan peserta pada 2 ranah yaitu, mindset dan skillset. Mindset dalam hal ini adalah sebelum peserta belajar teknik membaca cepat, mereka perlu mendapatkan pola pikir yang benar tentang membaca dan membaca cepat.

Mengapa demikian? Hal ini dilakukan agar, peserta nanti memahami dan meyakini bahwa upaya membaca akan sia-sia jika dalam mindset seseorang tidak menganggap membaca ini mudah dan bermanfaat.

Budaya membaca tidak akan terbangun jika di dalam mindset para peserta masih saja meyakini membaca tidak penting dan tidak ada bedanya membaca banyak buku atau sedikit buku.

Selain itu, pada bagian mindset, para peserta akan dilatih bagaimana persiapan yang perlu dilakukan sebelum membaca. Sebab, persiapan ini sedikit banyak menentukan seberapa cepat buku tersebut bisa dituntaskan beserta dengan pemahamannya.

Pada bagian skillset, peserta dibekali beberapa teknik membaca cepat. Selain menjadi bagian dari kompetensi diri, keterampilan ini diharapkan bisa diajarkan kembali kepada peserta didik agar mereka juga mampu meningkatkan kecepatan membaca.

Pada hari kedua peserta belajar tentang bagaimana menggunakan ChatGPT untuk berbagai keperluan administrasi guru seperti merancang pembelajaran, membuat tujuan pembelajaran dari capaian pembelajaran, menyusun materi ajar, sampai pada membuat evaluasi pembelajaran.

Meskipun dilaksanakan dalam setengah hari, para peserta nampak antusias untuk mencoba berbagai teknik yang dilatihkan. Mulai dari merancang tujuan pembelajaran dari CP. Kemudian membuat RPP atau Modul Ajar dari tujuan pembelajaran yang telah dibuat. Modul ajar tersebut juga termasuk pembuatan asesmen yang menjadi evaluasi pembelajaran.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, beban membuat administrasi sebagai guru sedikit terbantu. Sekaligus bisa mencari cara cara pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sekolah kita. Meskipun masih harus menelaah.”, ujar Bu Nur Qomariyah Ulfah setelah sesi pelatihan selesai.

Bagaimana menurut anda, apakah hari ini sekolah masih membutuhkan para guru dengan kemampuan membaca cepat dan efektif?

Berlangganan Artikel

Dapatkan info terbaru dan terupdate tentang inovasi dalam pembelajaran & manajemen kepemimpinan sekolah melalui email anda dengan klik tombol berikut GRATIS.

Agenda Terdekat

About The Author

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

ChatGPT Mastery

Tingkatkan Produktivitas 10x Lebih Baik dengan Panduan ini!