Reading Mastery Training Melatihkan Peserta Agar Membaca Lebih Cepat dan Paham Lebih Baik

Sebanyak 30 Guru SDI Mohammad Hatta Malang telah mengikuti Reading Mastery Training (23/12/23) selama hampir satu hari penuh.

Kegiatan ini berawal dari rencana dari pimpinan sekolah untuk meningkatkan kualitas program literasi yang sudah berjalan, sekaligus sebagai pembekalan awal sebelum semester genap dimulai.

Pelatihan ini membekali para peserta dengan beberapa materi esensial untuk literasi seperti memiliki mindset yang benar dalam membaca cepat, memahami aspek penting yang harus dimiliki sebelum membaca, melatihkan beberapa strategi membaca lebih cepat sekaligus mendapatkan pemahaman lebih baik.

Penerapan sederhana dari teknik yang dilatihkan dalam pelatihan ini seperti mengajukan pertanyaan yang cukup tentang isi bacaan atau buku.

Saat kita melakukan ini, sejatinya kita sedang membangun ketertarikan pada bacaan atau buku yang akan kita baca, sekaligus membuat pikiran kita lebih fokus, sebab saat proses membaca kita sekaligus merefleksi pertanyaan yang sudah kita ajukan.

Dampaknya adalah saat kita membaca, kita seperti seolah mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kita sebelumnya. Ini akan dengan meningkatkan pemahaman atas bacaan atau buku yang kita baca.

Teknik sederhana ini bisa langsung kita coba dan memberi dampak, dibandingkan kita mengambil bacaan atau buku dan langsung membaca tanpa membangun minat dan ketertarikan dengan mengajukan pertanyaan.

Tantangan dalam literasi di Pendidikan Indonesia dari dulu hampir tidak berubah, yakni belum terbangunnya budaya literasi yang dimulai dari budaya membaca.

Budaya membaca yang dikembangkan sekolah sejatinya tidak hanya untuk siswa, namun setiap stakeholder di sekolah, guru, karyawan, kepala sekolah, manajemen juga perlu menjadi bagian dari budaya ini.

Tidak mungkin budaya membaca terbangun di kelas, jika orang-orang yang ada di sekolah tidak mencontohkan dan membiasakan membaca. Bahkan di beberapa sekolah, melibatkan orangtua untuk menyukseskan budaya membaca ini juga dilakukan.

Jadi, orangtua juga diajak untuk membangun kebiasaan membaca di rumah. Sehingga, program budaya membaca di sekolah juga diterapkan di rumah.

Para peserta pelatihan ini memberikan beberapa kesan positif seperti Bapak Fahrudin Alwi yang mengatakan, “Kegiatan menyenangkan memberikan stimulus untuk mengembangkan menjadi guru yang cerdas literasi”. 

Ibu Sri Wahyuni juga menambahkan, “Dengan pelatihan ini, saya mengubah mindset bahwa membaca itu banyak teknik dan menyenangkan”.

Reading Mastery Training ini diharapkan menjadi bekal yang cukup untuk keterampilan guru dalam membaca dan bisa melatihkan kembali kepada anak-anak di kelas sehingga mereka juga memiliki keterampilan membaca lebih cepat dan pemahaman lebih baik.

Jika anda tertarik mengadakan pelatihan serupa di sekolah anda, bisa menghubungi kami melalui admin atau dilaman kontak kami.

Berlangganan Artikel

Dapatkan info terbaru dan terupdate tentang inovasi dalam pembelajaran & manajemen kepemimpinan sekolah melalui email anda dengan klik tombol berikut GRATIS.

Agenda Terdekat

About The Author

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

ChatGPT Mastery

Tingkatkan Produktivitas 10x Lebih Baik dengan Panduan ini!