4 Strategi Memanajemen Kelas di Awal Semester Baru - Prima Inovasi

4 Strategi Memanajemen Kelas di Awal Semester Baru

Saat artikel ini ditulis, ada sebagian sekolah yang sudah memulai semester baru, ada yang masih pekan depan. Semoga saat anda membaca tulisan ini, masih relevan dengan apa yang anda butuhkan.

Artikel ini akan mengulas tentang 4 strategi manajemen kelas di awal semester baru. Strategi ini dikumpulkan dari beberapa kali mendampingi teman-teman walikelas dan sekolah dampingan yang merasa semester baru ini perlu mendapatkan sesuatu yang lebih baik daripada semester lalu.

Semester baru ini bertepatan dengan tahun baru 2025 yang membuat murid kita boleh jadi banyak menghabiskan waktu liburan sekolah dengan berlibur bersama keluarga.

Aktivitas kebiasaan belajar yang tiap hari masih terpantau, boleh jadi selama liburan ini sudah memudar.

Oleh karena itu, semester baru ini kita (pendidik) mendapatkan tantangan yang perlu disiasati agar motivasi belajar murid kita terbangun dengna baik di awal semester baru sekaligus kita tidak terlalu ngoyo (baca: bersusah-payah) saat di tengah-tengah mengajar mereka.

1. Review Kesepakatan Kelas & Konsekuensi

Jika semester lalu sudah ada kesepakatan kelas, sebelum memulai semester baru ini anda perlu me-review atau mengulas balik. Mengapa?

Selain sebagai pengingat tentang kesepakatan kelas ini, boleh jadi ada kesepakatan yang dirasa perlu diperbaiki setelah terlaksana selama 1 semester.

Jika anda belum memiliki kesepakatan kelas yang jelas, bisa dipertimbangkan di semester baru ini anda perlu merancang bersama anak-anak beserta konsekuensi jika kesepakatan ini dilanggar.

Ini bisa menjadi kegiatan menarik dan meningkatkan keterlibatan mereka (otoritas) saat perancangan atau revisi kesepakatan kelas dan konsekuensinya.

2. Menata Ulang Kelas

Setelah berjalan 1 semester lalu, ada kalanya kita perlu mengubah kelas kita dari sisi penataan (layout) agar anak-anak mendapatkan sesuatu yang baru.

Boleh jadi denah tempat duduknya, atau area-area yang memungkinkan untuk dipindah. Misal, area pojok baca yang biasanya ada di pojok belakang bagian kanan, bisa digeser ke kiri. Atau tempat portofolio anak-anak biasanya di sebelah sisi kanan ruang kelas, bisa digeser agak ke belakang atau sebaliknya (di sebelah kiri kelas).

Ini tetunya perlu mempertimbangkan waktu dan energi agar kita bisa memprioritaskan hal lain yang lebih strategis.

3. Perbarui Dekorasi Kelas

Boleh jadi perjalanan selama 1 semester sudah membuat beberapa dekorasi kelas kita ada yang pelru diperbaiki.

Manfaatkan waktu awal semester baru ini untuk memperbarui dekorasi kelas yang butuh diperbarui.

Maksimalkan penggunaan bahan-bahan sederhana dan mudah didapat serta libatkan anak-anak dalam pembaruan dekorasi kelas (jika memungkinkan).

Dekorasi kelas juga bisa menyesuaikan tema yang mungkin berbeda seperti semester lalu. Misal, tema di semester kedua ini tentang “Luar Angkasa”. Jadi beberapa dekorasi kelas seperti bingkai kesepakatan kelas dan prosedur kelas bisa dibuat dengan tema “Luar Angkasa”.

Media poster yang berhubungan dengan “Luar Angkasa” bisa kita tambahkan agar mereka mendapatkan literasi tambahan mengenai “Luar Angkasa”.

4. Sesuaikan Sumber Daya Kelas dg Projek

Boleh jadi ada projek baru di semester kedua ini dan kita perlu menyediakan sumber daya yang perlu ada di kelas kita.

Informasi pengetahuan umum yang berhubungan dengan projek, klip berita atau artikel di media massa, ornamen, alat-bahan, area belajar yang berhubungan dengan projek bisa kita siapkan di kelas.

Tentu ini sekali lagi menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di masing-masing kelas anda.

Jika projek masih belum diagendakan di semester kedua ini. Kita bisa melakukan kesepakatan dengan kelas lain (walikelas lain) dengan budaya karakter yang senada.

Seperti, budaya sekolah yang ingin dilatihkan pada semester kedua ini adalah “Cinta Lingkungan”. Maka, di kelas-kelas bisa menyediakan area untuk budaya tersebut.

Bisa merupakan program rutin kelas yang dibiasakan, seperti: program 1 murid 1 tanaman. Dimana mereka dilatih bertanggung jawab untuk “mengurusi” tanamannya mereka. Atau program lain yang bisa melibatkan mereka untuk merancang bersama dalam sebuah projek.

Keempat strategi ini bertujuan untuk mengelola perilaku anak-anak di kelas. Sebab, jika kita tidak mengelola dengan baik, maka perilaku yang tidak kita harapkan bisa jadi muncul setiap saat.

Ini akan membuat kita kehabisan energi hanya untuk membuat mereka tertib dan kitapun kesulitan menyesuaikan skenario pembelajaran yang sudah kita rancang sebelumnya.

Jika anda merasa perlu meningkatkan keterampilan dalam pengelolaan kelas, anda bisa mengikuti Essential Classroom Management.

Semoga artikel ini bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik berikutnya!

Oh ya, bagikan pendapat anda di kolom komentar di bawah.

Berlangganan Artikel

Dapatkan info terbaru dan terupdate tentang inovasi dalam pembelajaran & manajemen kepemimpinan sekolah melalui email anda dengan klik tombol berikut GRATIS.

Subscription Form

Agenda Terdekat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top

Ringkasan "Deep Learning"

Intisari kunci dari Buku “Deep Learning” yang akan mengubah Sekolah Anda!